Apa itu bunga majemuk?
Pada bunga majemuk, bunga yang sudah didapat ditambahkan ke modal, sehingga periode berikutnya bunga dihitung dari jumlah yang lebih besar. Semakin lama jangka waktunya, semakin terasa efeknya. Inilah alasan memulai menabung atau berinvestasi lebih awal sangat berpengaruh.
Rumus yang dipakai
Untuk modal awal tanpa setoran: A = P × (1 + r/m)m × t, dengan P modal awal, r bunga per tahun, m frekuensi pemajemukan per tahun, dan t jumlah tahun.
Setoran bulanan dihitung sebagai anuitas di akhir setiap bulan dengan bunga bulanan yang setara: j = (1 + r/m)m/12 − 1. Nilai akhir setoran = setoran × ((1 + j)n − 1) ÷ j, dengan n jumlah bulan.
Contoh
Modal Rp10.000.000 ditambah setoran Rp500.000 per bulan, dengan imbal hasil 6% per tahun yang dimajemukkan bulanan, tumbuh menjadi sekitar Rp100 juta setelah 10 tahun. Dari jumlah itu, total setoranmu Rp70.000.000 dan sisanya hasil bunga.
Catatan penting
- Imbal hasil investasi seperti reksa dana atau saham tidak tetap dan bisa negatif. Angka di kalkulator ini adalah asumsi.
- Pajak bunga, biaya administrasi, dan inflasi tidak dihitung. Pertimbangkan inflasi untuk melihat nilai riil uangmu di masa depan.