Cara menghitung BMI
BMI (body mass index) atau IMT (indeks massa tubuh) adalah berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter:
BMI = berat (kg) ÷ (tinggi (m) × tinggi (m))
Contoh: berat 65 kg dan tinggi 168 cm menghasilkan 65 ÷ (1,68 × 1,68) = 23,0.
Kategori BMI
| BMI | WHO | Kemenkes RI |
|---|---|---|
| di bawah 17,0 | Berat badan kurang | Kurus tingkat berat |
| 17,0 – 18,4 | Kurus tingkat ringan | |
| 18,5 – 24,9 | Normal | Normal (sampai 25,0) |
| 25,1 – 27,0 | Berat badan berlebih (25,0 – 29,9) | Gemuk tingkat ringan |
| 27,1 – 29,9 | Gemuk tingkat berat | |
| 30,0 ke atas | Obesitas |
Kementerian Kesehatan RI memakai batas yang sedikit lebih rendah daripada WHO untuk kategori gemuk, karena pada populasi Asia risiko kesehatan sudah meningkat pada BMI yang lebih rendah.
Batasan BMI
BMI adalah alat skrining yang sederhana, bukan diagnosis. Angka ini tidak membedakan otot dan lemak, sehingga atlet berotot bisa terlihat “berlebih”. BMI juga tidak berlaku untuk anak dan remaja (yang memakai grafik pertumbuhan sesuai umur), ibu hamil, dan lansia tertentu. Untuk menilai kesehatan secara menyeluruh, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.